Pada suatu hari, Toba pergi memancing ikan di sebuah sungai. Dari hasil memancing tersebut, toba mendapatkan sebuah ikan yang memiliki warna kuning keemasan. Saat Toba melepaskan mata kail dari mulut ikan tersebut, ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang cantik.
Wanita tersebut kemudian memperkenalkan dirinya. Wanita
cantik jelita tersebut bernama Putri. Toba sangat jatuh cinta pada Putri dan
memintanya untuk menikah. Putri kemudian menerima lamaran dari Toba, tapi
dengan satu syarat.
Syarat tersebut adalah Toba tidak boleh menceritakan kepada
siapapun bahwa dirinya (Putri) adalah ikan di sungai tersebut. Toba kemudian
menyanggupi permintaan tersebut.
Setelah menikah, mereka berdua hidup secara sederhana dan
penuh kebahagiaan. Berbulan-bulan setelahnya, Toba dan Putri dikaruniai seorang
anak laki-laki yang kemudian diberi nama Samosir.
Seiring berjalannya waktu, Samosir ternyata tumbuh menjadi
pribadi yang pemalas dan cukup nakal. Samosir sehari-harinya hanya bermain-main
dan bermalas-malasan saja. Selain itu, Samosir juga memiliki nafsu makan yang
tinggi.
Suatu ketika, Putri meminta Samosir untuk mengantarkan
makanan ke ayahnya di ladang. Karena malas, Samosir merasa terpaksa melakukan
hal tersebut. Ditengah perjalanan, Samosir merasa sangat lapar.
Karena merasa sangat lapar, Samosir memakan makanan yang
seharusnya diberikan pada ayahnya, Toba. Samosir kemudian hanya menyisakan
sedikit dari makanan yang seharusnya diberikan kepada ayahnya.
Setibanya di ladang, Toba sangat kesal dan marah karena
melihat makanannya yang hanya tersisa sedikit. Dengan emosi marah tersebut,
Toba membentak Samosir dan berkata “Anak tidak tau diuntung, dasar kau anak
keturunan ikan!”
Samosir yang sangat ketakutan dan sedih tersebut pulang dan
menceritakan apa yang terjadi kepada ibunya. Ibunya yang mendengar cerita
tersebut merasa sangat sedih, karena ternyata Toba telah melanggar janjinya.
Putri dan Samosir kemudian berpegangan tangan, dan keduanya
pun menghilang secara tiba-tiba. Tak hanya itu, dari setiap jejak langkah
Samosir terus muncul air dalam jumlah yang sangat banyak sehingga
menenggelamkan wilayah di sekitarnya termasuk Toba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar